Penulis |
: |
Bhinuko Warih Danardono |
Tanggal Publikasi |
: |
22 September 2023 |
Untuk Usia |
: |
17+ |
Durasi Membaca |
: |
4-6 Menit |
Kategori |
: |
Sejarah |
Saat berumur lima tahun, Raden Jampang Sangaji menimba ilmu agama di Padepokan Lokadayajati. Suatu hari, Syeh Alit Guna, pemimpin padepokan, memanggil Raden dan mengajaknya menunggang kuda ke Bukit Sulardjitan, jauh dari padepokan. Di sana, Syeh mengajarkan Raden ilmu langka yang belum pernah diajarkan kepada santri lain: ilmu kadigdayan karomah wali Allah, yang dikenal sebagai ilmu Putar Adji Jaya Kawijayan. Ilmu ini diyakini pernah dipelajari oleh salah satu wali Allah di masa lampau.
Setelah menguasai ilmu tersebut dan beranjak dewasa, nama Raden Jampang Sangaji diganti menjadi Kanjeng Pangeran Sulardjito, diambil dari nama bukit tempat ia belajar. Ia juga dipercayakan amanah berupa dua pusaka ampuh: Tumbak Kyai Gagak Alit dan Keris Naga Kincir untuk berjaga-jaga.
Sebagai seorang pendekar, Kanjeng Pangeran Sulardjito kemudian turun gunung dan berkelana hingga mencapai wilayah Sunda Wiwitan. Saat ia dan kudanya tiba di perbatasan Galuh, dalam perjalanan menuju Cirebon, ia dihadang oleh segerombolan perampok bertubuh besar, berotot kekar, dan berwajah kejam, masing-masing membawa pedang dan panah.