Penulis |
: |
Yulia Rista |
Tanggal Publikasi |
: |
23 June 2023 |
Untuk Usia |
: |
17+ |
Durasi Membaca |
: |
4-6 Menit |
Kategori |
: |
Sejarah |
Seorang gadis muda terbangun di pagi hari dengan perasaan bahagia. Ia bersiap-siap dan berangkat menuju tokonya dengan senyum di bibir, menikmati suasana pagi. Namun, ketenangan itu terusik saat segerombolan pasukan berkuda berjubah hijau melintas menuju istana. Raut wajah mereka memancarkan kemarahan yang membuat suasana kota berubah menjadi panik dan lesu.
Kondisi kota memang sedang kacau balau akibat krisis ekonomi dan politik setelah kekalahan perang pada tahun 1915. Wanita harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan kelaparan serta pajak tinggi menjadi masalah umum. Setiap kali pasukan berkuda, yang dikenal sebagai pemberontak monarki yang kejam, datang ke istana, kekacauan selalu terjadi.
Kepala toko mengumumkan bahwa mereka harus bekerja hingga larut malam untuk memastikan pasokan pangan cukup esok hari, menandakan situasi darurat. Mereka juga diizinkan membawa pulang roti. Saat malam tiba, suara tembakan bertubi-tubi terdengar. Gadis itu mengintip dan melihat lebih banyak pasukan berkuda bergerak menuju istana. Karena situasi di luar terlalu berbahaya, mereka tidak bisa pulang dan memutuskan bersembunyi di ruang bawah tanah. Suara teriakan minta tolong dan tangisan terdengar dari atas, diikuti hentakan keras dan reruntuhan bangunan di bagian belakang toko. Mereka pun terperangkap dalam kegelapan.